Kamis, 05 Agustus 2010

Mangga Malam Mingguan #7 (Sabtu, 24 Juli 2010) Hening Setengah Babak, Meriah di Babak Selanjutnya







Sebelum pemutaran dimulai, seperti biasa acara ini dipandu oleh Edwin Salengke tapi kali ini partnernya adalah Maryam Supraba. Pertanyaan, Iwa Kartiwa Sakumaha Ayana kemana ya ? sementara absen karena ada keperluan mendadak . "Torn" dan "Homecoming" terdengar merdu dilantunkan oleh "4 A While" band yang beranggotakan Fitrie (vocal), Reza (guitar), Yudist (drum), Galih (guitar), Budi (bass). Band ini pertama kalinya beraksi di acara Mangga Malam Mingguan, dan kepala sekolah Story Lab ketagihan dengan performa mereka (nanti maen lagi ya… !!).

"Rasa Rindu" mengawali tontonan ala layar tancep Mangga Malam Mingguan #7. Suasana hening sejenak selama 10 menit, karena film ini menyuguhkan sebuah suasana sepi. Tak lama kemudian suasana kembali riuh dengan suara applause dari penonton. Film ini di sutradarai oleh Nur Azis Widayanto dari Story Lab yang bercerita tentang seorang perempuan tuli yang menunggu kekasihnya di Stasiun Bandung, menyajikan dunia tanpa suara dari sudut pandang sang perempuan. Sunyi dan pelan.

"The Prime Witness" produksi LFM ITB yang di sutradarai Nanda Eka Putra tetapi sayang tidak hadir karena ada kesibukan, menjadi film ke dua yang diputar. Pertanyaan mengalir deras ketika diskusi walaupun ada kesalahan teknis pada pemutaran karena source yang diputar salah. Ini juga sebagai pelajaran untuk panitia dan filmmaker agar mempersiapkan keperluannya dengan baik sebelum acara dimulai. Film ini mengisahkan sebuah kasus pembunuhan. Arman (Adrian Pacul) satu-satunya saksi dalam kasus itu menderita kelainan amnesia anterograde yang membuatnya tidak dapat memproduksi ingatan baru. Kini, dua detektif ditugaskan untuk membangkitkan ingatan Arman dengan cara menginterogasinya, agar terungkap siapakah pembunuh itu sebenarnya.

Selanjutnya, giliran film “Sampai Besok” yang di sutradarai Lucky Kuswandi. Film ini menceritakan Sepasang kekasih muda menghabiskan hari terakhir mereka bersama di dalam rumah, menjalankan rutinitas mereka seperti biasanya dengan harapan agar hari esok tidak akan tiba. Berlanjut ke pemutaran behind the scene “Madame X” (Cerita di Balik Layar), film ini merupakan produksi terbaru dari rumah produksi Kalyana Shira Film yang di produseri oleh Nia Dinata dan di sutradarai Lucky Kuswandi. Film ini bergenre komedi super hero yang, ketika sebuah kota antah berantah terancam oleh kemunculan Kanjeng Badai dan partai politiknya yang militan. keselamatan negeri ini bergantung pada Adam (Aming), seorang penata rambut yang kemayu. Berbeda dengan tiga film sebelumnya yang menawarkan kesunyian, suasana berubah menjadi sangat meriah dengan diputarnya behind the scene ini. Di tambah dengan kehadiran pemeran utama film ini, Aming yang secara tiba-tiba muncul di tengah-tengah acara. Film ini akan tayang di bioskop pada 7 Oktober 2010. Diskusi berlangsung padat dengan berbagai pertanyaan yang muncul. Mungkin ini moment yang tepat buat para penonton untuk lebih mengenal dan mengatahui tentang sebuah produksi film panjang yang biasa diproduksi oleh sineas dan rumah produksi nasional.

Sebelum acara ditutup, panitia meyebarkan selembaran kertas kecil untuk kritik dan saran kepada penonton tentang acara ini. Pada umumnya penonton sangat appreciate dengan acara ini, beberapa kekurangan mereka keluhkan terutama pada masalah teknis pemutaran film dan kenyamanan menonton karena kurangnya tempat duduk. Ini menjadi PR untuk panitia agar bisa lebih baik lagi ke depannya.

Bertemu lagi di Mangga Malam Mingguan #8 dengan film-film yang tidak kalah menariknya dari teman-teman komunitas film lainnya.

Salam Sinema,

Andi Pardede


Tidak ada komentar:

Posting Komentar