Sabtu, 17 Juli 2010

Laporan Mangga Malam Mingguan #6 Lalu lintas tanya jawab ramai, tetapi kurang pedas dalam diskusi


Laporan Andi Pardede

Sudah keenam kalinya Mangga Malam Mingguan ( M3 ) diselenggarakan, dan tetap konsisten dengan acara pemutaran dan diskusi. Suasana pada M3 #6 agak sedikit terulang dengan dengan kondisi M3 #5, lalu lintas tanya jawab ramai tetapi kurang pedas dalam diskusi. 26 Juni merupakan moment yang spesial untuk Story Lab, karena menghadirkan film pendek “Senyum Pagi Ini” karya First Story siswa-siswi Story Lab Sekolah Sinematografi. Seperti biasa acara ini dipandu oleh duo garing edwin dan iwa yang kadang mencoba membikin penonton ketawa tapi gagal, tapi mereka belajar dari kegagalan tersebut dan akhirnya meriah juga. Mereka memang hebat kalau dipikir-pikir. Smoga kita semua tidak malas memikiran mereka, kasian mereka sudah berusaha. Oke kita lanjutkan dan lupakan sejenak duo garing itu.


Yaya bernyanyi
Sebelum film diputar, 2 lagu dilantunkan oleh Yaya sorang seniman kosan dengan membawakan lagu ciptaannya sendiri dan satu lagu lagi dari U2. Beberapa komunitas yang hadir seperti LFM ITB, RollTime, Komunitas Film Jurnalistik UIN Bandung dan CC Unpad dan penonton lainnya menambah semangat bagi panitia M3 agar tetap konsisten dengan ruang pemutaran film pendek ini. Terima kasih atas kedatangannya.

Film pertama yang diputar adalah “Senyum Pagi Ini” karya First Story ( Derry Rukmana, Fajar Arafat, Felly Pratama Putri, Yenny Ektasari, Intan Tamara Dewi, Riandini ) yang di sutradarai oleh Derry “Derru” Rukmana, film ini mengusung tema ruang pendidikan di Indonesia. Di M3#6 ini merupakan bagian dari proses belajar mereka di Story Lab Sekolah Sinemaografi, First Story mempresentasikan karyanya di depan


presentasi 1st story
penonton. Sinopsis : “Bella kecewa dengan nilai nilai 6 yang diberikan Pak Soleh dari tugas menggambarnya. Ingin rasanya Bella mendapatkan nilai yang memuaskan dan senyuman bangga dari Pak Soleh. Malam itu Bella berusaha keras membuat tugas prakaryanya demi nilai dan senyuman itu “. Teknik dasar sinematografi pada film ini cukup baik untuk sebuah team baru yang pertama kali memproduksi film.

Film ke dua “Naskah” yang diproduksi oleh CC Unpad dan disutradarai Satria Perdana. Film ini cukup memukau para penonton dengan dihadirkannya action Parkour olah raga yang berasal dari Perancis. Film ini menceritakan perjuangan seorang mahasiswa yang ingin menjadi penulis novel terkenal. Segala rintangan di hadapi dengan gaya Parkournya. Mungkin ini cikal bakal jacky chan Indonesia, semoga dan mari kita berdo’a

“100 kata”, film ini paling berbeda dari 4 film lainnya. Yusuf Wijanarko sebagai sutradara menawarkan sebuah komedi satir yang menceritakan tentang pembatasan bicara oleh pemerintah dimana masing-masing orang hanya boleh bicara 100 kata perhari. Secara sinematografi film ini cukup bagus dan dapat dinikmati, untuk ceritanya sendiri mungkin perlu kejelian agar film ini dapat dimengerti. 100 kata ini diproduksi oleh LA Light Indie Movie dan Set Film, di ajang tersebut film ini mendapatkan award untuk Special Mention.

Pemutaran terakhir menyuguhkan sebuah film komedi dan ini berhasil membut M3 #6 meriah. “Tone Of Evil” judul yang dipilih Myrdalsm Picture dalam produksi filmnya yang ke tujuh ini. Film yang disutradarai Myrdal ini menceritakan tentang sebuah gitar yang mempunyai daya mistis dan akan mempengaruhi gaya pemainnya. Hebat memang siapapun yang memakai gitar tersebut, tetapi pengaruh negatif pun membayangi setelah memakai gitar tersebut. Kesombongan menjadi ciri khas setelah memakai gitar tersebut. Pertanyaan pun muncul untuk film ini, ada satu adegan yang menghadirkan property sebuah perangko besar seukuran kertas A4. Perangko yang ukuran standar harganya Rp. 6000, nah yang sebesar A4 itu berapa ya harganya ? Dan siapa yang memproduksi perangko sebesar itu ( intermezo dikit ). Ide yang kreatif


suasana penonton M3 #6, tertarik?
Pemutaran selasai, saatnya diskusi. Lalu lintas tanya jawab pada M3 #6 ini cukup padat tetapi minim diskusi yang pedas. Pertanyaan yang muncul kebanyakan membahas tentang isi cerita yang di kemas oleh masing-masing filmmmaker. Semua pertanyaan yang diajukan penonton terjawab tanpa adanya perlawanan dari para penonton. Di akhir diskusi muncul komentar dari ketua Sanggar Sinema Story Lab ( S3L ) yang mengkritik pentingnya sebuah teknik sinematografi yang baik. Selama ini diskusi yang muncul hanya membahas isi cerita dalam film dan manurut Nikky CG ( ketua S3L ), disamping sebuah cerita yang menarik teknik sinematografi juga harus diperhatikan agar penonton dapat dengan nyaman menikmati film tersebut. Masukan yang oke, applause untuk ketua S3L

Demikian sebuah catatan tentang M3 #6, ketemu lagi di M3 #7 dengan sajian yang cukup berbeda.

Don’t Miss It…

Salam sinema