


Animo masyarakat cukup bagus sejak dibuka secara resmi pukul 09.00 di Jalan Braga Minggu 25 Juli 2010. Ratusan warga yang hadir di kawasan Braga dan Cikapundung, berbaur dalam rangkaian kegiatan “Semarak Bandung”. BCCF (Bandung Creative City Forum) sebagai penyelenggaranya.
Kegiatan ini di ikuti berbagai komunitas yang ada di Bandung . Story Lab sebagai sebuah sekolah sinematografi dan sanggar sinema, ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Tepat di sebelah stand PMB (Perhimpunan Mahasiswa Bandung), Stand Story Lab di isi dengan berbagai peralatan produksi film dan mencoba menjual beberapa karya yang di produksi berupa film pendek. Penjualan tersebut tidak untuk mencari keuntungan secara materi, tetapi sebagai penguji untuk karya film pendek terhadap masyarakat. Dan ternyata antusiasme warga Bandung sangat baik sekali terhadap film pendek. Terbukti film pendek karya Story Lab laris manis terjual.
Dalam kegiatan ini Story Lab merupakan satu-satunya lembaga atau komunitas yang bergerak di bidang sinematografi. Rasa penasaran warga Bandung terhadap dunia sinematografi nampak begitu jelas ketika melintasi stand Story Lab. Sebagai bentuk keingintahuan warga, berbagai pertanyaan muncul seperti bagaimana proses produksi sebuah film dilakukan.
Pada puncak acara, Story Lab memutarkan video di big screen di tengah-tengan stand pameran, sebuah behind the scene film pendek "Senyum Pagi Ini" karya First Story siswa-siswa Story Lab dan 3 film pendek karya Story Lab (Rasa Rindu, Doku, 2500 Puisi). Pemutaran ini cukup menyita perhatian para pengunjung pameran.
Dewasa ini dunia sinematografi kian diminati oleh kalangan anak muda, khususnya pelajar dan mahasiswa/i. Terbukti dengan semakin maraknya produk-produk sinema yang melibatkan para remaja dan mahasiswa, baik dalam proses produksinya maupun pada sesi pemutaran karya sinemanya. Diharapkan pula dengan hadirnya Story Lab di tengah masyarakat khususnya di kegiatan ini, film bisa menyentuh diberbagai lapisan masyarakat.
Salam Sinema,
Andi Pardede







